//
you're reading...
Kuliah

Indonesia dan Perdamaian

Dalam keadaan dunia yang mengglobal dan hubungan antara bangsa yang tidak lagi mengenal batas-batas negara, dapat dikatakan bahwa tidak ada satu negarapun yang bebas dari pengaruh dari perubahan tersebut. Dalam situasi seperti itu, kita dituntut untuk selalu mencermati perkembangan-perkembangan yang terjadi, baik di dalam negeri maupun di lingkungan eksternal. Hal ini perlu dilakukan mengingat semakin menguatnya pengaruh faktor internasional terhadap domestik maupun sebaliknya (Intermestik). Dengan mencermati kecenderungan-kecendrungan yang ada di lingkungan internal maupun eksternal, upaya untuk mewujudkan perdamaian internasional yang adil dan langgeng serta kondusif bagi kepentingan nasional dapat dipelihara.

Pembukaan UUD 1945 secara jelas menggariskan cita-cita yang diinginkan oleh negara dan bangsa Indonesia, yaitu ikut aktif dalam melaksanakan ketertiban dunia dengan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial bagi seluruh bangsa. Cita-cita bangsa Indonesia direfleksikan dalam pelaksanaan politik luar negeri yang bebas dan aktif yang diabdikan pada kepentingan nasional. Politik luar negeri merupakan perwujudan dari sikap realistis bangsa Indonesia dalam menghadapi peruhahan konstelasi dunia dewasa ini yang ditandai oleh : masih adanya ancaman perang antar negara ( Inter-state conflict), ancaman konflik internal (Intra-state conflict) yang cenderung meningkat, ancaman perang nuklir dan senjata pemusnah massal lainnya (Weapons of mass destruction), ancaman terorisme, dan segala bentuk ”transnational crimes”.

Dalam konteks ancaman terhadap perdamaian dunia seperti disebutkan di atas, penegasan arti penting pesan untuk menciptakan perdamaian dunia yang digaungkan oleh UUD 1945 telah diartikulasikan dalam bentuk keterlibatan aktif Indonesia di berbagai forum baik regional maupun internasional, termasuk ikutsertaan pasukan perdamaian Indonesia dalam “Peace Keeping Operation” dibawah pengawasan PBB. Dalam kaitan inilah, pemerintah Indonesia senantiasa menganggap penting peranan forum multirateral termasuk PBB/Dewan Keamanan dalam menyelesaikan masalah dunia. Oleh karena itu, idealisme perwujudan dunia yang damai hanya akan tercapai jika dilakukan melalui kerjasama internasional dan dialog antar bangsa dan bukan dengan cara kekerasan.

Hilangnya sekat-sekat antar negara telah mengakibatkan pula tidak bebasnya suatu negara dari tantangan-tantangan munculnya isu-isu non-konvensional, seperti kejahatan lintas negara yang meliputi penyelundupan dan perdagangan illegal senjata ringan, manusia, obat-obatan terlarang, pencucian uang dan kecenderungan meningkatnya konflik antar-etnis yang dapat mengancam kedaulatan dan integritas negara kesatuan RI. Oleh karena itu, pelaksanaan politik luar negeri yang bebas dan aktif tetap ditekankan pada upaya untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam negeri.

Selain itu, kecenderungan makin berperannya aktor-aktor non-pemerintah dalam diplomasi, pelaksanaan politik luar negeri dalam rangka mewujudkan perdamaian harus melibatkan seluruh komponen masyarakat (diplomasi total). Dengan totalitas diplomasi yang menjadi tanggung jawab kita semua itulah diharapkan konflik-konflik internasional dapat ditanggulangi dan perlu dicegah jangan sampai berimbas ke dalam negeri.

[Drs. H. Mardoto, M.T. , Penggugah Jiwa Kewarganegaraan, Tinggal di Yogyakarta]

About Mardoto

A Lecturer of IDAFA.

Discussion

Comments are closed.

%d bloggers like this: