//
you're reading...
News

Semua negara harus siap hadapi pandemi influenza

Semua negara, termasuk Indonesia harus siap menghadapi ancaman pandemi influenza A (H1N1) yang saat ini mewabah raya di banyak negara. Hal ini perlu dilakukan dengan menyiapkan sarana dan prasarana, mengadakan obat-obatan antivirus dan alat penunjang diagnosis, serta meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam menangani pasien yang terinfeksi virus itu.

Hal ini dikatakan dokter spesialis paru Mukhtar Ikhsan dari Departemen Pulmononologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, Rabu (6/5), dalam seminar bertema Swine Flu di aula Gedung Asma, Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), pandemi flu berbeda dengan flu burung. Pandemi flu merupakan kejadian berulang dan menyebar cepat ke semua negara. Layanan medis tak akan adekuat. Sebab, jumlah penderita sangat banyak, sedangkan persediaan obat antivirus serta vaksin interpandemi dan pandemi terbatas, fasilitas medis seperti ventilator dan unit perawatan intensif pun terbatas, ujarnya.

Masih banyak ketidakpastian pandemi influenza, tetapi harus diantisipasi untuk mengurangi dampaknya. Semua negara, termasuk Indonesia, harus siap menghadapi pandemi, kata Mukhtar. Namun pencegahan perluasan virus itu secara sempurna tidak mungkin dilakukan. Meski demikian, intervensi mungkin masih dapat menghambat penyebaran internasional dalam 1 bulan.

Kegiatan menghadapi pandemi perlu dilakukan, antara lain, mengadakan pelatihan pandemi tingkat RS dan sarana kesehatan, tingkat sistem bersama subsistem lain, persediaan obat antivirus, pengadaan vaksin dan peralatan penunjang diagnosis. “Tim pandemi di rumah sakit perlu dibentuk untuk memobilisasi semua sumber daya, menyiapkan sarana medis, dan pelatihan bagi petugas,” ujarnya.

Kegiatan penanggulangan awal adalah, isolasi penderita klinis, identifikasi orang tanpa gejala tetapi kontak erat dengan penderita, sekolah diliburkan, dan penggunaan ketat alat pelindung diri. Pengobatan antivirus oseltamivir sebaiknya diberikan secepat mungkin atau dalam 48 jam pertama, kata ahli paru dr Priyanti Soepandi dari FKUI-RS Persahabatan.

Obat antivirus oseltamivir sebagai profilaksis bisa diberikan pada anggota keluarga yang kontak erat dengan kasus konfirmasi H1N1, seseorang yang mengadakan perjalanan ke Meksiko yang terjangkit wabah itu, dan petugas kesehatan yang tidak menggunakan al at pelindung diri selama kontak erat dengan pasien.

Penanganan secara komprehensif memberi hasil akhir yang baik melalui penyuluhan, memperhatikan pola makan, menjaga kebersihan pribadi. Pencegahan penularan bisa dilakukan dengan cara antara lain, tutup hidung dan mulut dengan tisu saat batuk atau bersin, mencuci tangan, menghindari kontak erat dengan orang sakit, tunda perjalanan ke daerah yang terjangkit virus H1N1, kata Priyanti. SumberBerita

About Mardoto

A Lecturer of IDAFA.

Discussion

Comments are closed.

%d bloggers like this: