//
you're reading...
Intermezo

Koalisi setelah koalisi

Saya telah mengerti dalam keyakinan saya ada yang namanya doa setelah berdoa.

Namun saya susah mengerti ada koalisi setelah koalisi. Permainan apakah ini?

Jargon politik standar selalu dikedepankan: Dalam politik tidak ada musuh yang abadi, juga tidak ada kawan yang abadi, yang abadi hanyalah kepentingan.

Inilah kalimat asyik yang selalu dipegang kuat-kuat oleh kaum politikus. Entah jadi pengertian yang substansial ataukah hanya sebagai tameng untuk menutupi kepentingan pribadinya. Termasuk dalam menimbang-nimbang koalisi-koalisian.

Bagaimana mungkin rakyat memahami, koalisi yang satu belum dijalankan, kok sudah membuat koalisi lainnya. Artinya, selingkuh politik sebelum nikah legal dalam berpolitik. Memang rakyat dipedulikan?

Uuh.

[Drs. H. Mardoto, M.T. , Penggugah Jiwa Kewarganegaraan, Tinggal di Yogyakarta]

About Mardoto

A Lecturer of IDAFA.

Discussion

Comments are closed.

%d bloggers like this: