//
you're reading...
Analisis

Jangan diikuti: 10 negara musuh para blogger

Tidak semua negara membebaskan rakyatnya menjadi blogger. Setidaknya ada 10 negara yang ‘memusuhi’ blogger. Hal ini terungkap dari daftar yang dibuat Committee to Protect Journalists yang berbasis di New York. Pengawasan yang ketat, pemblokiran terhadap internet selama satu periode, serta perlakuan buruk terhadap para blogger terutama saat membludaknya informasi pada September 2007, mendudukkan Burma pada posisi pertama daftar tersebut.

Negara ke-2 yang menjadi ‘momok’ bagi para blogger adalah Iran. Di negara ini, seorang blogger muda ditahan atas tuduhan penghinaan terhadap pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sebuah blog yang ia buat, akhirnya menuntunnya pada kematian. Bulan lalu, blogger bernama Omid Mir Sayafiini ditemukan tewas dalam sel penjaranya. Syria menempati urutan ketiga dalam daftar, di mana para pemilik warnet harus melaporkan setiap pelanggannya.

Penahanan 21 blogger membawa Cuba di urutan ke-4. Kemudian disusul Saudi Arabia yang rajin memblokir situs. Daftar tersebut juga diramaikan oleh Vietnam, Tunisia dan China yang memberlakukan kontrol ketat terhadap dunia maya. Turkmenistan juga masuk dalam daftar tersebut karena saat warnet pertama di negara tersebut berdiri, warnet tersebut dijaga ketat oleh tentara. Daftar negara yang memusuhi para blogger ditutup oleh Mesir di mana lebih dari 100 blogger ditawan di sana.

Kendati banyak ancaman yang harus dihadapi blogger jika ingin bersuara, hal ini tidak menyurutkan niat mereka untuk terus nge-blog. Dikutip dari Guardian, 4 Mei 2009, budaya nge-blog di negara-negara di atas justru kian menunjukkan peningkatan.

Berikut daftar 10 negara ‘musuh’ para blogger tersebut:

1. Burma

2. Iran

3. Syria

4. Cuba

5. Saudi Arabia

6. Vietnam

7. Tunisia

8. China

9. Turkmenistan

10. Mesir

Lha, bagaimana ini, menulis saja (di blog) dipersulit dan diancam, kebangeten, apakah orang/pemerintah yang melarang ini bertingkah waras begitu? Menuangkan ide, pikiran dan suara (rakyat) adalah wujud kebebasan memberikan dan memperoleh informasi, kebebasan berpendapat dan justru saya yakin makin mempercepat kepintaran/kemampuan rakyat. Bagaimana mau maju, kalau membaca dan menulis saja dilarang! Ekspresi melalui blog khan juga punya landasan Hak Asasi Manusia. Apabila tulisan itu memang melanggar peraturan/hukum, ya sudah, bagi orang/pemerintah yang terlanggar ajukan saja soal ini melalui jalur hukum, institusi pengadilanlah yang memutuskan. Yang penting nggak direkayasa, diintervensi dengan kekuasaan, apalagi diputarbalik dengan peraturan yang nggak “normal”. Nha, data 10 negara ini semoga tidak bertambah, jika mungkin waktu mendatang negara yang demikian itu akan berkurang.

Bagaimana dengan Indonesia? Alam demokrasi yang indah biarkanlah terus bersemi dengan cara dan suasana yangs segar, tanpa destruktif, dan “keanehan-keanehan” aturan hukum. Jangan ikuti 10 negara itu ……………

About Mardoto

A Lecturer of IDAFA.

Discussion

Comments are closed.

%d bloggers like this: